Jejak asmara-Mu adalah sirr (rahasia) yang hamba cari, rindu ini adalah barzakh (batas) yang hamba takuti.
Ya Illahi, di rimba dunia yang fana ini, hambaMu merangkak.
(1) Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm
Dengan asma Sangkakala yang bertakhta, sumber segala CINTA,
Di hadapan arasy-Mu, hamba dina mendendangkan puja.
(2) Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn
Purnama alam semesta tunduk dalam pujastuti sunyi,
Segala puji-pujian bagi Rabb yang tak terhingga batasnya.
(3) Ar-raḥmānir-raḥīm
Wahai Raja Diraja, rahmat-Mu samudra tak bertepi menghanyutkan jiwa,
Pelukan kasih-Mu yang hangat meredakan gundah gulana.
(4) Māliki yaumid-dīn
Maharaja Dina kekuasaan-Mu tak tertandingi,
Keadilan-Mu panji di Hari Kiamat yang nyata.
(5) Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn
Kaulah Mahaguru, pada-Mu jiwaku bersujud sunyi,
Dengan segala kekurangan, pertolongan-Mu kami minta.
(6) Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
Tunjukilah kami Jalan Sutra yang lurus, titian sejati,
Mohon petunjuk lurus, agar suluh tak pernah sirna.
(7) Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn
Jalan para Wali yang Engkau beri anugerah abadi,
Bukan langkah tersesat yang gelap gulita dan merana.
Tujuh madah ini adalah isyarat kerinduan.
Semoga Nafas ini bertemu Wajah-Mu, ya Haqq.